Logo Merck KGaA
Informasi
X


Merck4Biosciences

WideScreen®

Calbiochem

Novabiochem

Novagen

24-Jul-2009

Antibiotik dari Merck - Pilihan yang lengkap untuk Penelitian Anda

Manusia dapat menjadi inang bagi berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang dimaksud, antara lain bakteri, virus, jamur, protozoa, dan cacing. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan di masa silam telah memberikan kita informasi bahwa ada senyawa yang dapat menghambat dan mencegah infeksi-infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme-mikroorganisme tersebut. Sebagai contoh pada tahun 1928, ilmuwan Inggris Alexander Fleming menemukan bahwa koloni Staphylococcus yang ia tumbuhkan dengan metode streak (gores silang) pada media Agar di cawan Petri mengalami lisis di sekitar pertumbuhan koloni kapang kontaminan. Ia menemukan bahwa koloni kapang tersebut merupakan Penicillum sp. Maka, substansi tersebut dinamakan penisilin sesuai dengan nama kapang penghasilnya. Penisilin diketahui dapat membunuh bakteri Staphylococcus aureus.

Pada awalnya istilah yang digunakan adalah antibiosis yang berarti substansi yang dapat menghambat pertumbuhan organisme hidup yang lain, dan berasal dari mikroorganisme. Namun pada perkembangannya, antibiosis ini disebut sebagai antibiotik dan istilah ini tidak hanya terbatas untuk substansi yang berasal dari mikroorganisme, melainkan semua substansi yang diketahui memiliki kemampuan untuk menghalangi pertumbuhan organisme lain khususnya mikroorganisme. Untuk bakteri, pengertian antibiotik berkembang menjadi bahan kimia yang dapat membunuh bakteri-bakteri, atau yang lebih dikenal dengan sebutan bakterisidal, atau menghambat perkembangan bakteri atau bakteriostatik.

Aplikasi antibiotik tidak hanya terbatas untuk kemoterapi, tapi juga dapat digunakan sebagai antitumor, patologi tanaman, bahan tambahan makanan, dan di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Salah satu contoh antibiotik yang digunakan sebagai antitumor yang dimiliki Merck Bioscience adalah mitomisin C (No. Kat. 47589 dan 475820) yang dihasilkan oleh Streptomyces caespitosus.

 

Klasifikasi antibiotik

Berdasarkan spektrumnya, antibiotik dapat berspektrum sempit yang hanya menghambat atau membunuh segolongan jenis bakteri saja, contohnya bakteri Gram negatif saja atau Gram positif saja. Sedangkan antibiotik berspektrum luas dapat menghambat atau membunuh bakteri dari golongan Gram positif maupun Gram negatif.

            Berdasarkan mekanisme asinya, antibiotik dapat dibedakan menjadi lima, yaitu:

  • Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel;
  • Antibiotik yang merusak membran plasma;
  • Antibiotik yang menghambat sintesis protein;
  • Antibiotik yang menghambat sintesis asam nukleat; dan
  • Antibiotik yang menghambat metabolit esensial.

 

Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel

Antibiotik jenis ini adalah antibiotik yang merusak lapisan peptidoglikan yang menyusun dinding sel bakteri Gram positif maupun Gram negatif, contohnya penisilin dan sefotaksim (No. Kat. 219380). Merck Bioscience mengembangkan penilisin alami yang diekstrak dari kultur fungi, yaitu Penisilin G (No. Kat. 5161) yang memiliki spektrum sempit yang efektid terhadap Staphylococcus, Streptococcus, dan Spirochetes.

Antibiotik lain yang digunakan untuk menghambat sintesis dinding sel adalah vankomisin (No. Kat. 627850). Vankomisin memiliki spektrum sempit, digunakan bagi Staphylococcus aureus yang resisten terhadap penisilin termasuk metisilin. Vankomisin ini juga digunakan sebagai bagian dari pendeteksian susu terhadap Enterobacter sakazakii.

 

Antibiotik yang merusak membran plasma

Antibiotik yang bersifat merusak membran plasma umunya terdapat pada golongan polipetida yang bekerja dengan mengubah permeabilitas membran plasma sel bakteri. Contohnya adalah polimiksin B (No. Kat. 420413) yang melekat pada fosfolipid membran, nistatin (No. Kat. 475921) dan amfoterisin B (No. Kat. 171375) yang bergabung dengan ergosterol yang terdapat pada membran sel fungi dengan menimbulkan gangguan dan kebocoran sitoplasma.

 

Antibiotik yang menghambat sintesis protein

Tetrasiklin (No. Kat. 58346) merupakan salah satu contohnya. Antibiotik ini berspektrum luas yang berperan dalam menghambat sintesis protein bakteri dengan cara berikatan pada bagian ribosom subunit 30S, sehingga mencegah aminoasil-tRNA terikat pada situs A (situs aktif) pada ribosom.

Contoh antibiotik lainnya adalah kloramfenikol (No. Kat. 220551) yang merupakan antibiotik dengan struktur sederhana sehingga mudah dibuat secara sintetik dibandingkan dengan mengisolasinya dari Streptomyces. Antibiotik ini menghambat sintesis protein dengan berikatan pada bagian ribosom subunit 50S dan memblokir susunan dari ikatan peptida dengan menghambat aktifitas peptidil transferase.


Antibiotik yang menghambat sintesis asam nukleat

            Penghambat pada sintesis asam nukleat berupa penghambat terhadap transkripsi dan translasi mikroorganisme. Yang termasuk dalam penghambat terhadap transkripsi mikroorganisme, diantaranya yaitu rifampin yang merupakan turunan rifampisin (No. Kat. 557303). Antibiotik ini menghambat sintesis mRNA dengan cara mengikat subunit b-RNA polimerase bakteri sehingga menghambat transkripsi mRNA. Antibiotik ini digunakan untuk melawan Mybacteria pada TBC dan lepra.

            Contoh lain adalah aktinomisin D (No. Kat. 114666). Dalam kosentrasi yang tinggi, antibiotik ini menghambat proses replikasi DNA dan transkripsi mRNA.

            Sedangkan sebagai penghambat translasi mRNA menjadi protein, beberapa contoh antibiotik yang kita sudah kenal, yaitu neomisin (No. Kat. 480100), gentamisin (No. Kat. 345814), streptomisin (No. Kat. 5711), tetrasiklin (No. Kat. 58346), kanamisin (No. Kat. 420311), eritromisin (No. Kat. 329815) dan puromisin (No. Kat. 540411)

 

Antibiotik yang menghambat sintesis metabolit esensial

Penghambat terhadap sintesis metabolit esensial antara lain dengan adanya kompetitor berupa antimetabolit. Antibiotik yang sering dipakai adalah trimetoprim dengan sulfametoksazol yang spektrumnya luas kecuali pada Pseudomonas. Kombinasi ini bertujuan untuk mengurangi efek resistensi bakteri.

 

Merck Bioscience membuat jenis-jenis antibiotik yang lengkap untuk Anda pilih sebagai penunjang dalam penelitian Anda. Dapatkan pula brosur Antibiotik dari Merck Bioscience guna menunjang pilihan Anda. “Merck Bioscience selalu siap mendukung penelitian Anda. Itulah moto kami”, ujar Hans Arnaldo, Produk Spesialis untuk Bioscience. (ha)

 

Referensi:

  1. Chandra Mohan, Antibiotics and Antibiotic Resistance, EMD Bioscience, San Diego, 2009.
  2. Sylvia T. Pratiwi, Mikrobiologi Farmasi, Erlangga, 2008.
  3. Chandra Mohan, Antibiotics – A Brief Overview, EMD Bioscience, San Diego, 2008.

 

kembali

© Merck KGaA, Darmstadt, Jerman, 2010

x

Selamat Datang di Merck Chemicals

 

Latinamerica Northamerica

Mohon pilih negara Anda:

Amerika Utara

Amerika Latin

Eropa

Afrika

Asia / Pasifik

Semua negara dari A hingga Z

Jika Anda tidak dapat menemukan pilihan negara Anda, mohon klik disini.

Pesan penting


Saat ini tidak memungkinkan untuk memesan produk-produk Bioscience bersamaan dengan produk Merck lainnya. Kami menyarankan untuk melengkapi pesanan Anda saat ini terlebih dahulu.

Apakah Anda ingin memproses tanpa melengkapi pesanan Anda saat ini? Jika demikian, hal ini akan mengosongkan keranjang belanja Anda.